JAKARTA, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan tambahan anggaran tahun 2027 sebesar Rp5,05 triliun. Tambahan anggaran ini disebut untuk mendukung pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
"Perlu kami tegaskan bahwa jika usulan tambahan di bidang pemberantasan ini tidak disetujui, BNN berpotensi mengalami kelumpuhan operasional penindakan," Kepala BNN Suyudi Ario Seto dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
BNN Tangkap 10 WNI Positif Narkoba di Bandara Soetta usai Pulang dari Bangkok
Menurut Suyudi, tambahan anggaran tersebut diajukan lantaran pagu indikatif BNN tahun 2027 belum mampu mendukung berbagai layanan dan operasi prioritas lembaga. Berdasarkan pagu indikatif 2027, BNN hanya memperoleh anggaran Rp1,44 triliun. Angka itu turun Rp69,55 miliar atau 4,59 persen dibandingkan pagu awal tahun 2026.
Selain itu, lanjut dia, alokasi untuk sejumlah layanan publik dan program prioritas disebut tidak mendapatkan dukungan anggaran.
Heboh Anak Bupati di Riau Positif Ganja saat Razia, BNN Sebut Terpapar Asap di Toilet
"Berdasarkan kondisi pagu indikatif tersebut, alokasi untuk menunjang tugas fungsi seperti belanja layanan publik terkait rehabilitasi, uji narkotika, layanan asesmen terpadu, dan belanja prioritas nasional serta belanja prioritas lembaga dan reguler tidak dapat terpenuhi atau sebesar 0 rupiah," ujarnya.