Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Advertisement . Scroll to see content

Harga Minyak Dunia Anjlok usai AS-Iran Setujui Kesepakatan Damai

Senin, 15 Juni 2026 - 11:04:00 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok usai AS-Iran Setujui Kesepakatan Damai
Harga minyak dunia anjlok usai AS-Iran setujui kesepakatan damai. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia mengalami penurunan pada awal perdagangan sesi Asia, Senin (15/6/2026). Hal itu terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan kesepakatan damai yang membuka kembali akses pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, turun 4 persen menjadi 83,81 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di Amerika Serikat merosot 4,7 persen  ke level 80,89 dolar AS per barel.

Penurunan harga tersebut terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang pasar energi global. Selat Hormuz sebelumnya ditutup secara efektif setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026. Teheran juga sempat mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
 
Selat Hormuz memiliki peran strategis karena menjadi jalur pengiriman sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG). Gangguan di kawasan itu membuat harga energi melonjak tajam selama konflik berlangsung.

Sebelum perang pecah, harga minyak Brent berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sempat mendorong harga hingga mendekati 120 dolar AS per barel.

Meski kesepakatan damai telah tercapai, para analis memperingatkan bahwa aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz belum tentu segera pulih sepenuhnya. Konsultan energi dari Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, mengatakan jalur pelayaran harus terlebih dahulu dibersihkan dari ranjau yang dipasang selama konflik.

Menurutnya, proses pembersihan tersebut dapat memakan waktu mulai dari beberapa minggu hingga enam bulan. Selain itu, terdapat antrean panjang kapal tanker yang menunggu untuk melintasi selat tersebut.

Lipow juga menilai bahwa normalisasi produksi minyak dan proses pemuatan kapal kemungkinan membutuhkan waktu berminggu-minggu sebelum kembali ke tingkat operasional seperti sebelum perang.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut