JAKARTA, iNews.id – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, M Sarmuji meminta pemerintah bergerak cepat merespons penurunan harga minyak dunia pascatercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat fiskal dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Sarmuji menjelaskan harga minyak Brent turun hampir 4 persen menjadi sekitar 83,92 dolar AS per barel pada perdagangan Senin (15/6/2026) pagi. Angka itu turun dari posisi penutupan Jumat (12/6/2026) yang mencapai 87,33 dolar AS per barel.
"Ini momentum yang tidak boleh disia-siakan. Pemerintah harus bergerak cepat dan terukur untuk mengonversi perdamaian ini menjadi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).
Menurut Sarmuji, salah satu langkah yang dapat segera dilakukan pemerintah adalah melakukan perbaikan fiskal melalui evaluasi dan penyesuaian subsidi energi secara bertahap seiring normalisasi harga minyak global. Dia menilai ruang fiskal yang sebelumnya tergerus akibat pembengkakan subsidi BBM kini kembali terbuka.
"Anggaran yang sebelumnya terpaksa dialokasikan untuk menutup pembengkakan subsidi dapat dialihkan dan difokuskan pada sektor-sektor strategis dan prioritas, seperti infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial yang manfaatnya lebih langsung dirasakan rakyat," tutur Sarmuji.