Selat Hormuz Dibuka! Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Pertamax Ikut Turun?
JAKARTA, iNews.id – Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan setelah muncul sinyal kuat tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Berdasarkan data per Senin (15/6), harga minyak mentah kini berada di bawah level 90 dolar AS per barel. Minyak mentah Brent turun menjadi 83,75 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah ke posisi 80,87 dolar AS per barel.
Meski harga minyak global terkoreksi, kondisi tersebut belum otomatis berdampak pada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Apalagi, harga BBM nonsubsidi baru mengalami penyesuaian naik pada 10 Juni lalu.
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli, menjelaskan bahwa jika konflik Iran benar-benar berakhir, dibutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun agar harga minyak kembali ke level sebelum perang terjadi.
Menurutnya, harga BBM bersubsidi tidak hanya dipengaruhi harga minyak dunia, tetapi juga sejumlah faktor lain, seperti cadangan minyak yang dimiliki pemerintah, harga saat pembelian cadangan tersebut, serta biaya penyimpanan.
Karena itu, penurunan harga minyak global tidak serta-merta diterjemahkan menjadi penurunan harga BBM di SPBU dalam besaran yang sama. "Jadi ketika harga minyak dunia turun belum tentu diterjemahkan turun satu banding satu untuk harga di SPBU," katanya.
Editor: Suriya Mohamad Said