"Satu hal yang Nadiem sampaikan ke saya di chat pertama saya ya dengan beliau. Saya translate ke Indonesia, ‘ini adalah visi tertinggi di negara saat ini. Kita harus bangga dengan itu, dan kita harus total masuk ke situ. Apa pun yang kita lakukan, anak-anak kita akan merasakan perbedaannya, dan itu hal yang penting bagi kita’,” ujar Ibrahim.
Ibrahim kembali menegaskan tidak ada pembahasan mengenai pengadaan bahkan penunjukan tender. Hingga pada akhirnya memutuskan untuk bergabung bersama Nadiem dengan semangat membangun aplikasi dan teknologi demi masa depan anak.
"Sama sekali enggak ada tentang pengadaan, sama sekali nggak ada nggak ada tender-tenderan, nggak. Kita membangun teknologi, ngebangun aplikasi," kata Ibrahim.
"Ujung-ujungnya adalah buat anak kita semua, bukan buat rekening bank saya. Saya enggak nyari proyek sama sekali. Saya menolak tawaran dari luar negeri karena saya pikir ini ada lagi Insya Allah rezekinya," tandas dia.