7 Alasan PTM Penting Digelar meski Pandemi Covid-19 masih Berlanjut

Bima Setiyadi
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka. (Foto: MPI/Arif Budianto)

5.  Tidak Gampang Stres dan Lebih Fokus

KBM daring yang sudah berjalan beberapa bulan ini semakin dikeluhkan oleh para siswa, orang tua maupun para guru. Pasalnya, KBM daring yang dilakukan dari rumah ternyata membuat para siswa dan orang tua cepat menjadi stres.

Hal ini terjadi karena para siswa tidak bisa berinteraksi dengan teman temannya dan bermain di lingkungan sekolah. Aktivitas tiap hari dilakukan dari rumah sehingga membuat kondisi psikologis setiap anak menjadi tertekan dan bosan yang berujung pada kondisi stres.

Hal yang sama juga dialami guru dan orang tua yang mana. Mereka perlu dan harus bisa membagi waktu dan prioritas antara mengajar dan mengurusi rumah tangga.

Selain itu, dalam KBM daring akan selalu menggunakan gawai dan koneksi internet yang tentu saja akan sangat rentan membuat para siswa menjadi tidak fokus. Misalnya jika tidak ada yang mengawasi, si anak akan bermain game, menonton YouTube dan aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan pembelajaran.

Apabila nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab belum dimiliki oleh anak, maka akan sulit untuk bisa berfokus pada pembelajaran saja yang cenderung membosankan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sekolah Online Batal, Anggota DPR: Hemat Boleh tapi Jangan Korbankan Pendidikan

57 tahun lalu

Pemerintah Batal Terapkan Belajar Online imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Online, Sekolah Tetap Tatap Muka

57 tahun lalu

Covid-19 di Thailand Meroket 50.000 Kasus dalam Sepekan, Sekolah Mendadak Online!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal