3. Tidak Harus Terhubung dengan Internet
Salah satu keuntungan dari KBM tatap muka, tidak membutuhkan koneksi internet dan gawai. Guru maupun murid bisa secara langsung melakukan interaksi dan komunikasi dalam aktivitas pembelajaran.
Hal ini tentu sangat membantu bagi para guru dan murid yang berada di wilayah 3T atau belum terjangkau jaringan internet. Kendala gawai juga bisa teratasi dengan memanfaatkan sumber belajar konvensional seperti buku, LKPD dan APE yang lebih mudah dan terjangkau untuk dimanfaatkan.
Meskipun saat ini proses pembelajaran ideal harusnya sudah mengoptimalkan blended learning dengan mengkombinasikan anatara daring dan konvensional, dengan keterbatasan infrastruktur dan kemampuan dalam mengelola KBM daring, pembelajaran tatap muka masih dianggap paling baik dan ideal.
4. Mudah dalam Penilaian Karakter
Salah satu aspek yang sulit diajarkan dan diidentifikasi ketika pelaksanaan KBM daring adalah berkaitan dengan pendidikan karakter dan moral. Idealnya untuk mengukur karakter siswa, harus dengan berinteraksi dan menganalisis secara langsung.
Selain itu hal paling penting dari pendidikan karakter berkaitan dengan keteladanan. Karena itu, perlu adanya praktik dan analisis secara langsung dari guru agar benar-benar memahami karakter dan sikap setiap siswa. Model pembelajaran yang paling memungkinkan untuk penerapan nilai-nilai karakter secara optimal adalah dengan jalur tatap muka (konvensional).