Proses komunikasi jarak jauh dianggap belum sepenuhnya efektif karena rentan dengan kekeliruan dalam menerima dan mencerna informasi. Artinya, informasi yang disampaikan guru belum tentu akan dicerna sama oleh peserta. Hal ini mungkin karena suara yang kurang jelas atau instruksi yang kurang lengkap serta faktor lainnya.
KBM tatap muka masih dianggap paling ideal karena proses komunikasi dan sosialisasi akan terjalin secara langsung. Informasi dan materi yang diberikan juga akan lebih mudah dicerna dan dipahami oleh murid.
2. Sumber dan Media Pembelajaran Lebih Familiar
Salah satu kendala utama yang dihadapi guru maupun murid selama menjalani PJJ berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumber maupun media pembelajaran daring. Sumber belajar daring sejauh ini belum begitu familiar dan mudah dipahami oleh para guru juga para murid, terutama yang berada di wilayah 3T.
Sumber belajar dan portal daring sudah banyak disediakan oleh Kemdikbud dan lembaga pendidikan lainnya secara gratis, seperti rumah belajar, guru berbagi, sumber belajar seamolec, dan lainnya. Akan tetapi dengan proses adaptasi yang begitu cepat dan tanpa proses persiapan dan pelatihan sebelumnya, para guru masih banyak mengalami kesulitan dalam memanfaatkan dan mengelola berbagai sumber dan media pembelajaran online. Begitu pun yang dialami murid dan para orang tua.
Karena itu, dari beberapa survei terakhir yang dilakukan Mendikbud, sebagian besar guru, murid, dan orang tua lebih menghendaki kembali diadakannya KBM tatap muka.