JAKARTA, iNews.id - Pembukaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 mendapat respons baik dari sejumlah pihak terkait. Banyak orang tua yang setuju dengan rencana ini dan mendukung anak-anaknya belajar di sekolah.
PTM dinilai membuat anak-anak bisa belajar secara optimal. Mereka akan lebih berkonsentrasi belajar sehingga tidak akan tertinggal pendidikannya.
Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz, profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi selamanya. Dalam proses belajar mengajar secara tatap muka, ada nilai-nilai yang bisa diambil oleh siswa seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika dan moral. Ini hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di dalam lingkungan pendidikan.
Menteri Pendidikan, Kebudayaanm Riset dan Teknologi (Mendikbud) Nadiem Makarim juga sebelumnya menyampaikan keprihatinannya mengenai kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) daring saat ini. Salah satunya mengenai kemungkinan adanya lost generation.
Menurut Nadiem, kondisi ini cukup menyeramkan karena anak akan ketinggalan belajar. Ini dialami bukan hanya oleh satu atau dua anak, namun dialami oleh satu generasi.