Dia menegaskan, dampak lost generation tidak dapat langsung dirasakan. Ini baru terasa ketika generasi ini tumbuh dewasa pada satu hingga dua dekade yang akan datang.
“Tidak pernah ada yang membicarakan risiko satu generasi masyarakat Indonesia yang akan tertinggal dalam pembelajarannya. Dampak dari lost generation ini akan kita ketahui setelah bertahun-tahun yang akan datang. Yang pasti ada risiko sangat besar dan ini disebut oleh semua badan riset," kata Nadiem Makarim.
Berikut tujuh alasan mengapa pembelajaran tatap muka lebih ideal digelar meski pandemi Covid-19 masih berlanjut:
1. Interaksi dan Komunikasi Lebih Mudah
Selama KBM daring, komunikasi dan interaksi antara guru dengan murid maupun antara sesama murid menjadi terhambat dan tidak berjalan dengan optimal.
Hal ini karena saat KBM daring berlangsung, proses komunikasi hanya terjalin melalui video call atau chat saja. Tentu saja ini dapat menghilangkan kedekatan dan proses komunikasi alami antara guru dan murid, terutama berkaitan dengan proses penyampaian materi.