Terdapat dua alasan mengapa orang menjauhinya, mereka takut seperti halnya Yoonjae adalah monster yang yang harus dijauhi dan mereka merasa kesal karena Yoonjae tidak memiliki empati sedikit pun. Tetapi, meskipun begitu, ibu dan neneknya terus membantu Yoonjae bagaimana cara berekspresi dan berempati.
Berbagai cara dilakukan hingga hal tersebut terasa seperti hafalan yang akan keluar pada ujian tulis. Tak lupa, ibunya juga selalu memberi Yoonjae almond dan berharap almond yang ada di kepala Yoonjae akan semakin membesar seiring waktu. Walaupun ia tahu hal tersebut mustahil.
Hingga ketika mereka bertiga pergi merayakan ulang tahun Yoonjae dengan memakan naengmyeon, mie gandum dengan kuah kaldu sapi yang dingin di tengah derasnya salju turun, ketika itu pula Yoonjae harus kehilangan ibu dan neneknya, anggota keluarga yang hanya dimiliki Yoonjae karena serangan brutal penjahat.
Dalam situasi seperti itu pun Yoonjae tetap mematung dengan wajah datar sembari menyaksikan darah berlumuran di kaca, hingga akhirnya pihak polisi dan ambulance datang. Neneknya dinyatakan wafat dan ibunya harus terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma.
Di tengah kesendiriannya, ia bertemu Prof. Shim, pemilik kontrakan yang ia sewa dan ternyata cukup dekat dengan sang ibu. Prof. Shim terus membantu Yoonjae dalam degala hal hingga menjadi wali Yoonjae. Ia juga bertemu Gon, seorang berandalan sekolah yang bahkan sudah menghajarnya ketika mereka pertama kali bertemu.