Evaluasi
Salah satu kekurangan yang dapat ditemukan dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah pandangan-pandangan yang disampaikan oleh Mark Manson bisa jadi kontroversial bagi sebagian orang.
Seni bersikap bodo amat dan penekanan pada kepuasan diri sendiri dapat dianggap sebagai sudut pandang yang egois atau tidak bertanggung jawab bagi beberapa pembaca. Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan pandangan-pandangannya yang mencabut beban tanggung jawab dan menempatkan kebahagiaan individu di atas segalanya.
Namun, buku ini tetap layak untuk menjadi salah satu buku pengembangan diri terbaik di abad ini karena menawarkan perspektif yang berbeda, menarik, dan menyegarkan.
Identitas
Judul : “Senyum Karyamin”
Pengarang: Ahmad Tohari
Jumlah Halaman : 71 halaman
Penerbit: Kompas Gramedia
Tahun Publikasi: 2013
Orientasi
‘Senyum Karyamin’ mengandung konflik seperti harga diri, kepedulian, kekhawatiran, kesemena-menaan, keputusasaan, dan toleransi. Dan semua itu adalah realitas atas kehidupan manusia. Meskipun cetakan pertamanya ditulis tahun 1989, namun nilai yang dibawa masih relevan hingga zaman sekarang. Cerpen ini mengangkat kehidupan warga pedesaan.
Sinopsis
Bercerita tentang seorang pemuda pengangkat batu kali yang bernama Karyamin. Karyamin dan kawan-kawannya setiap hari harus mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material. Kesewenang-wenangan para tengkulak mempermainkan harga batu membuat kehidupan Karyamin dan kawan-kawannya tak menjauh dari kemiskinan dan kelaparan. Para pengumpul batu itu senang mencari hiburan dengan menertawakan diri mereka sendiri. Itu adalah cara mereka untuk bertahan hidup. “Bagi mereka, tawa atau senyum sama-sama sah sebagai perlindungan terakhir. Tawa dan senyum bagi mereka adalah simbol kemenangan terhadap tengkulak, terhadap rendahnya harga batu, atau terhadap licinnya tanjakan.”