Kancil berteriak kaget dan memohon untuk tidak memakannya sekarang.
Si Buaya berhenti menggigit Si Kancil dan berkata, "Kenapa memangnya? Aku sangat lapar dan kamu terlihat sangat enak."
Kancil kemudian memohon untuk memberinya waktu beberapa jam untuk menggendutkan tubuh terlebih dahulu agar daging yang bisa dimakan menjadi lebih banyak dan Pak Buaya bisa lebih puas memakannya.
"Tidak, kamu pasti mau menipuku dan melarikan diri," tolak Pak Buaya.
"Aku berjanji, Pak Buaya. Bapak bisa memanggil teman-teman yang lain untuk menyantapku nanti. Dengan tubuh yang semakin besar, aku bisa dibagi-bagikan pada kawanan buaya lainnya. Namun, aku harus mencari makanan di seberang karena makanan di sini sudah sangat sedikit. Aku tidak bisa menggendut disini. Ada berapa banyak teman yang bapak punya?" tanya Si Kancil.
"Banyak sekali" ujar Pak Buaya. "Kalau begitu, coba panggil semuanya dan minta mereka berjajar supaya saya bisa menghitungnya. Jadi, aku bisa tahu akan dibagi berapa badan ini setelah gemuk nanti," kata Si Kancil pada Pak Buaya.
Buaya pun menuruti Si Kancil dan memanggil semua temannya. Setelah semua berkumpul dan berjajar, Si Kancil pun menaiki punggung kawanan buaya-buaya itu satu persatu sambil menghitungnya.