Sekali lagi, Sang putri pun kembali merasa sedih dan bertanya kepada burung itu, "Katakan, burung emas, bagaimana aku bisa membuat mimpi rakyat begitu manis kembali?" "Rambut hitam di air mawar," jawab burung itu.
"Tapi di mana aku harus menemukan bunga mawar?" "Rambut hitam di air mawar," burung itu berkicau dan terbang menjauh.
Sang putri tidak tahu harus berbuat apa. Ia menangis hebat hingga salah satu air matanya jatuh ke tanah. Pada saat itu, seorang pangeran muda dan tampan datang dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beserta sehelai rambut merah dari dalamnya.
Pangeran membungkuk dan meletakkan rambut di atas air mata sang putri. Keajaiban pun terjadi. Tiba-tiba, rambut merah berubah menjadi mawar merah. Sang pangeran mengambil mawar dan membawanya ke sang putri.
Putri Bunga Mawar segera memetik kelopaknya untuk menambah air di baskom. Kemudian, dia mencelupkan rambutnya ke dalam, dan kutukan itu kembali patah.