Kemudian, Raja bertanya kepada pangeran, "Wahai Pangeran, di mana kamu menemukan rambut merah itu?"
"Ketika Putri Bunga Mawar dan hamba sama-sama masih menjadi anak-anak. Hamba mengambil sehelai rambut dari kepalanya sebagai tanda hamba padanya. Sebaliknya, Putri Bunga Mawar juga melakukan hal yang sama kepada hamba, sembari menarik sehelai rambut hamba sendiri."
Mengetahui bahwa kutukannya telah dipatahkan lagi, penyihir tiba-tiba meledak. Sejak saat itu, bunga mawar bermunculan di setiap taman di kerajaan. Setiap malam Putri bunga mawar menyanyikan lagu pengantar tidur yang semua orang tertidur dan bermimpi indah hingga fajar menyingsing.
Di suatu hari yang panas, tinggalah seekor belalang duduk di atas pohon sambil menyanyi dan meminum air dingin. Di hadapannya, terlihat kawanan semut yang sibuk mengangkat bahan-bahan makanan dari tempat satu ke tempat yang lain.
Sembari bersantai, Belalang pun menyindir kawanan semut-semut tersebut. “Sungguh semut-semut yang aneh, di hari sepanas ini, masih saja bekerja. Lebih baik seperti aku, bersantai-santai sambil minum air dingin, berteduh di bawah rindangnya pohon,” ujar belalang sambil mengajak semut-semut untuk bergabung.