Kemudian, salah satu semut menjawab, "Kami harus mengumpulkan makanan. Jika tidak, kami akan kelaparan di musim dingin nanti. Lebih baik kamu juga mengumpulkan makananmu."
"Buat apa kumpulkan makanan dari sekarang? Musim dingin masih sangat lama, masih ada banyak waktu untuk mengumpulkannya. Aku mau bersantai saja," ujar Belalang tanpa mengindahkan ucapan semut.
Saat musim dingin tiba, salju tebal yang melapisi seluruh daerah membuat Belalang tidak bisa mendapatkan makanan. Belalang pun menangis meratapi nasibnya.
Akibatnya, sepanjang musim dingin, Belalang pun hidup dengan kelaparan. Sementara di akhir cerita ini, kawanan semut berpesta pora dengan makanan yang telah dikumpulkan selama musim panas.
Alkisah, ada sebuah pohon apel yang sangat besar dan rimbun. Buahnya banyak, manis, dan berwarna merah. Seorang anak kecil pun senang bermain di sekitar pohon itu.