Menyusuri Jakarta dengan Mesin Waktu, Berwisata ke Masa Batavia
“Kalau untuk bule, mereka lebih suka karena lebih rasa real of Jakarta nih, dengan jalan kaki, panas-panasan, bahkan melihat sisi Jakarta itu lebih dekat ketimbang dari bus atau mobil,” katanya.
Sebelum pandemi Covid-19, mayoritas peserta tur berasal dari wisatawan mancanegara. Namun, ketika pandemi menghentikan sektor pariwisata, Walk Indies beradaptasi dengan membuat tur virtual melalui Zoom dan Instagram Live.
“Waktu itu guide-nya yang keluar jalan, pesertanya di Zoom,” ujar Supri.
Setelah pandemi mereda, minat masyarakat lokal terhadap wisata sejarah justru meningkat. Kini peserta Walk Indies didominasi anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya yang ingin mengenal sejarah kota megapolitan ini.
Rute yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Kota Tua, Glodok, Kuitang, hingga kawasan pecinan Jakarta. Selain di ibu kota, Walk Indies juga menggelar tur luar kota ke Bandung, Surabaya, Jambi, hingga Sawahlunto di Sumatera Barat.