TEHERAN, iNews.id - Iran mengungkap alasan di balik keputusan delegasinya meninggalkan meja perundingan atau walk out saat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss akhir pekan lalu. Kepala juru runding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, langkah tersebut diambil setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terhadap Iran ketika pembicaraan masih berlangsung.
Ghalibaf mengatakan pihaknya tidak akan pernah bernegosiasi di bawah ancaman maupun tekanan. Menurut dia, pernyataan Trump yang mengancam Presiden Iran Masoud Pezeshkian, tim negosiasi, hingga wilayah Iran, telah melanggar kesepakatan dasar dalam nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani kedua negara.
"Anda harus paham, kami tidak pernah bernegosiasi di bawah ancaman atau kekerasan," kata Ghalibaf, seperti dikutip kantor berita Tasnim, Rabu (24/6/2026).
Dia menjelaskan, Iran tetap mengikuti perundingan yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Namun Teheran sejak awal mempertahankan prinsip untuk tidak melakukan dialog langsung dengan Washington.
"Kami memiliki prinsip, dan sampai sekarang kami tidak pernah ingin menjadi bagian dari dialog yang setara (langsung) dengan AS," ujarnya.