Ada dua ideologi dominan di AS tentang kebijakan luar negeri, yakni intervensionisme yang mendorong intervensi militer dan politik ke negara lain dan isolasionisme, untuk menghambat kemajuan negara tersebut.
Pada Abad ke-19 AS melakukan intervensi terhadap negara lain, sebagian besar tujuannya didorong oleh peluang ekonomi di Pasifik dan Amerika Latin yang saat itu dikuasai Spanyol. Kemudian pada abad ke-20 intervensi AS terlihat dalam Perang Dunia I dan II. Pasukan AS bertempur bersama negara sekutu dalam kampanye internasional melawan Kekaisaran Jepang dan Nazi Jerman, berserta sekutu masing-masing.
Perang Dunia II berdampak pada kebijakan luar negeri yang mengekang, bertujuan untuk mencegah penyebaran komunisme dunia.
Perang Dingin yang terjadi setelah itu menghasilkan Doktrin Truman, Eisenhower, Kennedy, Carter, dan Reagan. Semuanya menyaksikan keterlibatan AS dalam spionase, pergantian rezim, perang proksi, serta aktivitas rahasia lain guna melawan rezim boneka Soviet.
Daniel Kovalik, seorang pakar HAM internasional dari Universitas Pittsburgh, menjelaskan AS menggunakan HAM sebagai alat gebuk. Padahal bukan itu yang dikejar AS, melainkan kepentingan ekonomi dan strategis AS.