Dia menjelaskan dalam buku tersebut, intervensi pertama yang dilakukan AS terjadi pada 1805. Seorang perwira militer AS yang juga konsul diplomatik William Eaton, bersekutu dengan Hamet Karamanli, saudara dari penguasa (Pasha) Tripolitania (sekarang Libya), Yusuf Karamanli.
Dia bersama pasukannya menyerang Derna dangan mudah merebut Kota Tripolitania dengan bantuan tiga kapal perang AS memaksa Yusuf menyerahkan jabatannya.
Insiden tersebut dipandang oleh banyak pakar sebagai upaya pertama AS untuk melakukan kudeta di pemerintahan asing melalui intervensi militer.
Sejak saat itu, AS melancarkan lebih banyak intrusi militer berdarah ke luar negeri, sering kali menyerbu suatu negara dan melancarkan serangan mematikan hingga target dilanda kekacauan dan pemerintahannya digulingkan.
Dari akhir Perang Dunia II hingga 2001, AS telah memulai 201 konflik bersenjata di 153 lokasi, mencakup lebih dari 80 persen dari total perang yang terjadi di seluruh dunia pada saat itu. Sejak 2001, AS dan sekutunya telah menjatuhkan sekitar rata-rata 46 bom di negara lain setiap hari.