Menariknya, Raisi meninggalkan jejak harum sebelum kepergiannya. Di bawah pemerintahannya, Iran mencapai kesepakatan damai dengan beberapa negara Arab, seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Sebagai contoh hubungan diplomatik antara Iran dan Saudi putus sejak 2016. Pemicunya Saudi memprotes penyerbuan para demonstran terhadap kedutaan besarnya di Teheran. Massa marah atas eksekusi mati yang dilakukan Saudi terhadap seorang ulama Syiah.
Namun pada Maret 2023, Iran dan Saudi sepakat untuk menormalisasi hubungan setelah ditengahi China. Kesepakatan ditandatangani pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Shamkhani, dengan penasihat keamanan nasional Arab Saudi, Musaed bin Muhammad Al Aiban. Kesepakatan damai tersebut telah mendapat persetujuan dari Khamenei.
Meski Iran memiliki perbedaan ideologi dengan negara-negara Arab tersebut yakni Syiah vs Sunni, yang selalu saja dikaitkan sebagai pemicu keretakan hubungan, ada kepentingan lain yang lebih diutamakan, yakni menciptakan situasi kondusif di kawasan. Ketertiban dan perdamaian di kawasan tentu menjadi modal paling berharga untuk menjamin kelangsungan perekonomian.
Segera setelah menormalisasi hubungan, Iran dan negara-negara Arab juga memulihkan kembali kerja sama ekonomi, perdagangan, hingga keamanan.