Iran Setelah Tragedi Raisi, Penyebab Kecelakaan Heli hingga Perang Israel
Nama Raisi justru lebih dikenal saat menjabat jaksa. Sikap kerasnya terlihat dalam menangani kasus unjuk rasa di Iran. Sebagai jaksa muda di Teheran, dia menjadi salah satu anggota panel hakim yang mengawasi eksekusi terhadap ratusan tahanan politik di Teheran pada 1988.
Kemudian dalam Pilpres Iran 2021 kemenangannya sebenarnya sudah diprediksi. Rival-rival politiknya dari kelompok konservatif dan moderat didiskualifikasi dari pencalonan oleh badan pengawas. Praktis, semua institusi pemerintah Iran berada di bawah kendali kelompok garis keras yang setia kepada Khamenei.
Dia juga dikenal sebagai sosok tak kenal kompromi terhadap musuh-musuh negara, termasuk soal perjanjian nuklir. Raisi mendapat dukungan penuh dari Khamenei terkait sikapnya dalam kebijakan nuklir.
Seperti diketahui, AS, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, menarik diri dari kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018. Sejak itu AS kembali menjatuhkan sanksi yang memukul perekonomian Iran.
Merasa dikhianati, Iran pun keluar dari kesepakatan dengan melanggar poin-poin perjanjian yakni dengan meningkatkan pengayaan uranium sampai melebihi batas yang ditentukan. Inilah yang menjadi ketakutan Israel bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir. Bagi Israel dan juga AS, Iran adalah ancaman di kawasan.