Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Militer AS Mobilisasi Pasukan Terjun Payung ke Timur Tengah, Sinyal Serangan Darat ke Iran Menguat
Advertisement . Scroll to see content

83% Serangan Rudal dan Drone Iran Justru Hantam Negara Teluk, Apa Motif Sebenarnya?

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:21:00 WIB
83% Serangan Rudal dan Drone Iran Justru Hantam Negara Teluk, Apa Motif Sebenarnya?
Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menerima 4.391 serangan rudal dan drone Iran. Ini setara 83 persen dari total serangan. (Foto: Ilustrasi/AP)
Advertisement . Scroll to see content

Data terbaru menunjukkan betapa timpangnya beban yang harus ditanggung negara-negara Teluk dalam perang yang tidak mereka mulai dan tidak mereka kehendaki.

Sejak 28 Februari, negara-negara GCC telah menerima 4.391 serangan rudal dan drone Iran. Ini setara 83 persen dari total serangan. Sebaliknya, Israel yang memulai perang dan melancarkan serangan harian ke Iran selama sebulan terakhir, hanya menjadi target 930 rudal dan drone atau sekitar 17 persen dari total.

Ketimpangan ini memunculkan pertanyaan besar, apa sebenarnya motif Iran?

Selama lebih dari empat dekade, Teheran menyebut Israel sebagai "setan kecil" dan secara terbuka menyerukan kehancurannya.

UEA menjadi negara yang paling banyak diserang, dengan total 2.156 serangan. Sebanyak 11 warga dilaporkan tewas, termasuk dua orang yang meninggal akibat tertimpa puing rudal yang berhasil dicegat pada Kamis.

Arab Saudi sejauh ini menghadapi 723 serangan drone dan rudal, dengan dua korban jiwa dan sejumlah korban luka. Sebagian besar serangan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara-negara GCC. Selain serangan sporadis drone oleh kelompok Houthi di Yaman, ini merupakan ujian nyata pertama bagi sistem pertahanan kawasan dan sejauh ini dinilai berhasil.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut