فمن اقتدى بإنسان ثم تبيّن أنه كان محدثاً أو جنباً، فالإمام يعيد الصلاة، وليس على القوم إعادة عندنا، إذا لم يعلموا بطلان صلاة الإمام
Artinya: Barangsiapa yang berimam kepada seseorang kemudian diketahui bahwa imamnya berhadats atau junub maka imam tersebut wajib mengulangi shalatnya sedangkan makmum tidak perlu mengulanginya, ini adalah pendapat kami, hal ini jika para makmum tidak tahu jika imam berhadats.
Sedangkan ulama Madzhab Maliki menghuku batal salatnya baik imam maupun makmumnya.
Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H) menuliskan di dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :
إذا صلى الإمام بجنابة أو على غير وضوء بطلت صلاته اتفاقا في العمد والنسيان وتبطل صلاة المأموم في العمد دون النسيان