Dilansir dari laman rumahfiqih, ulama Madzhab Syafi'i berpendapat bahwa makmum tetap sah shalatnya meski imam salat lupa kalau wudunya sudah batal.
Ulama Syafi'iyyah, Al-Muzani (w. 264 H) menuliskan di dalam kitabnya Mukhtashar Al-Muzani sebagai berikut :
: الْقِيَاسُ أَنَّ كُلَّ مُصَلٍّ خَلْفَ جُنُبٍ وَامْرَأَةٍ وَمَجْنُونٍ وَكَافِرٍ يُجْزِئُهُ صَلَاتُهُ إذَا لَمْ يَعْلَمْ بِحَالِهِمْ
Diqiyaskan setiap yang melaksanakan shalat dibelakang imam yang junub, perempuan, orang gila dan kafir sah shalatnya apabila tidak mengetahui keadaan mereka. (Al-Muzani Mukhtashar Al-Muzani, jilid 8 hal. 116).
Imam Al-Haramain Al-Juwaini (w. 478 H) menuliskan di dalam kitabnya Nihayatu Al-Mathlab fi Dirayati Al-Mazhab sebagai berikut :