Rupiah Kembali Melemah Pagi Ini, Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah dibuka melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS. (Foto: iNews.id)

Menurut analisisnya, eskalasi militer di Timur Tengah menjadi dirigen utama yang memicu kepanikan global, sehingga arus modal dunia berbondong-bondong memburu aset aman (safe haven) dan melambungkan indeks dolar AS.

Ketegangan di ring satu geopolitik meningkat pasca-serangan udara Amerika Serikat ke sejumlah fasilitas penting di Iran, yang diprediksi memicu aksi balasan yang jauh lebih masif dari Teheran.

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur meningkat tajam. Ini yang membuat dolar kembali menguat dan menekan mata uang emerging market termasuk rupiah,” ucap Ibrahim dalam analisisnya, dikutip Jumat (29/5/2026).

Gejolak perang ini juga membawa risiko nyata berupa disrupsi logistik dan distribusi energi di Selat Hormuz, yang berdampak langsung pada meroketnya harga komoditas energi global. Harga minyak mentah jenis WTI dilaporkan telah merangkak naik mendekati level 96 Dolar AS per barel.

Melambungnya harga minyak dunia tersebut secara otomatis mempertebal tekanan inflasi global sekaligus membebani neraca perdagangan dalam negeri akibat membengkaknya biaya impor energi Indonesia. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kelola Selat Hormuz, AS Ancam Oman dan Siapkan Tekanan terhadap Iran

57 tahun lalu

BI Buka Suara soal Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

57 tahun lalu

Makin Lesu! Rupiah Pagi Ini Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

57 tahun lalu

1,7 Juta Lebih Jemaah Laksanakan Haji Tahun Ini, Naik 2% Dibandingkan 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal