Ekonom Desak Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dibatalkan, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional

Maria Christina Malau
Ekonomi Senior, Didik J Rachbini, menilai rencana impor 105.000 unit pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa berpotensi melemahkan industri otomotif. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga pikap secara utuh (completely built up/CBU) dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai kritik dari kalangan akademisi. Langkah tersebut dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional.

Ekonom Senior, Didik J Rachbini, mengatakan, kebijakan impor dalam jumlah besar itu mencerminkan ketidaksinkronan kepemimpinan ekonomi dan strategi industrialisasi pemerintah. Kebijakan tersebut berpotensi menjadi bentuk deindustrialisasi terselubung di tengah dorongan pemerintah terhadap penguatan industri nasional. 

"Jika terus dilakukan, maka ini menjadi kebijakan instan jangka pendek terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional," kata Didik, Senin (23/2/2026).

Rektor Universitas Paramadina itu mengingatkan, impor masif berpotensi menekan neraca perdagangan dan memperdalam tekanan pada neraca pembayaran. Padahal, Indonesia selama ini telah mengekspor kendaraan dalam jumlah besar.

"Indonesia sudah mengekspor otomotif ke manca negara dalam jumlah besar, lebih setengah juta unit (518 ribu unit). Kebijakan ini melemahkan strategi ekspor otomotif Indonesia," kata Didik.

Didik menilai, Indonesia yang tengah berupaya memperkuat posisi sebagai basis produksi otomotif regional justru berisiko berubah menjadi pasar bagi produsen luar negeri. Industri otomotif Indonesia selama dua dekade terakhir telah berkembang menjadi basis produksi regional dan eksportir global. Masuknya kendaraan impor dalam jumlah besar juga dikhawatirkan menurunkan utilisasi pabrik dalam negeri dan menekan volume produksi, serta melemahkan daya saing industri yang telah dibangun dengan investasi besar.

"Kebijakan ini menjadi preseden bahwa industri domestik dapat dengan mudah  dikorbankan demi solusi cepat, yang pada akhirnya melemahkan fondasi transformasi ekonomi Indonesia," katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Bos Agrinas Klaim Sudah Tawarkan Pengadaan Pikap ke Pabrikan Lokal, Hanya Mampu Produksi Segini

Mobil
10 jam lalu

Butuh 100.500 Unit, Bos Agrinas Sebut Pabrikan Dalam Negeri Hanya Sanggup 45.000 Mobil Pikap

Mobil
16 jam lalu

Impor 105.000 Mobil Pikap dari India, Bagaimana dengan Bengkel dan Sparepart jika Rusak?

Mobil
22 jam lalu

Impor 105.000 Mobil Pikap dari India Akhirnya Ditunda, Gaikindo: Industri Dalam Negeri Mampu!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal