Bersaing di Era Digital, Pengusaha Kuliner Promosi Menu Nusantara di Medsos
Pada 2019, sebanyak 15 juta pelaku UMKM, termasuk di bidang kuliner, kini sudah mulai bertransformasi ke ranah digital dengan rata-rata kenaikan omzet sekitar 80%.
Ussy Sulistiawaty selaku selebrita sekaligus pemilik usaha kuliner Bakoel Ussy serta Lurik Coffee and Kitchen mengatakan, kuliner tradisional sangat bisa untuk go digital. "Meskipun restoran saya
menjual aneka hidangan Nusantara, saya percaya bahwa promosi di platform digital saat ini tidak dapat terpisahkan dari strategi pemasaran yang saya jalankan. Selain lebih cepat dan efisien, saya juga dapat langsung berinteraksi dengan para pelanggan dan mendapatkan banyak masukan yang berharga untuk perkembangan usaha saya di masa mendatang," katanya.
Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau mengatakan, sebanyak 1,5 juta usaha kuliner, usahanya meningkat karena digital. Melalui digital, mereka bisa manfaatkan platform food delivery hingga medsos.

"Tetapi tak hanya digital yang dibutuhkan. Kita juga harus gunakan konten yang bagus. Meski sudah melek teknologi, perlu usaha lain. Yang namanya kulineran tak hanya memuaskan mata. Tetapi juga butuh menyentuh dan merasakan. Heritage dan tahun juga menjadi daya tarik sendiri. Makin tua makin menarik. Setelah dibeli kita makan dan bercerita. Namanya experience," kata Vita.
Menurut Vita, diperlukan kombinasi antara visual dan narasi yang kuat untuk menghasilkan content yang appealing dalam melakukan promosi di media sosial. Artinya, selain pemahaman mengenai digital marketing yang baik, para pengusaha kuliner Nusantara perlu memahami keunggulan hidangannya dan mampu menceritakannya dengan baik kepada konsumen.
"Saya mengapresiasi pelaksanaan kompetisi Bango Penerus Warisan Kuliner 2019. Ini dapat membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengemas dan menjual hidangan, khususnya melalui platform digital, sehingga akhirnya dapat semakin mendukung perkembangan industri kuliner di Indonesia,” ujar Vita.
Editor: Vien Dimyati