Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama
JAKARTA, iNews.id - Perbedaan green tea dan matcha sering kali membingungkan, padahal keduanya sama-sama populer di kalangan pencinta minuman sehat. Meskipun berasal dari tanaman yang sama, cara pengolahan dan konsumsinya menghasilkan karakter unik masing-masing.
Lantas, apa saja perbedaan green tea dan matcha? Simak penjelasan berikut ini.
Keduanya dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis, tetapi petani Jepang memiliki trik khusus untuk matcha. Daun tencha sebagai bahan baku matcha ditumbuhkan di tempat teduh selama 3–4 minggu sebelum panen. Hal ini membuat daunnya kaya klorofil dan asam amino, sehingga warnanya hijau cerah.
Setelah dipetik, daun dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk halus menggunakan batu granit tradisional. Proses ini memerlukan waktu berjam-jam agar teksturnya lembut seperti bedak.
Green tea biasa memiliki proses berbeda. Daunnya dipanen dari sinar matahari langsung, kemudian diproses secara cepat: dipanaskan untuk menonaktifkan enzim, digulung, dan dikeringkan.
Hasilnya adalah daun utuh atau bentuk longgar yang siap diseduh. Tidak ada penggilingan, sehingga produksi green tea lebih sederhana dan murah. Bayangkan saja, matcha seperti versi premium yang dirawat secara ekstra dari lahan hingga menjadi bubuk.