Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadi Tersangka Korupsi, Kadis Perkimtan Gowa Abdullah Sirajuddin Langsung Ditahan
Advertisement . Scroll to see content

4 Dosen UGM Bebas Tuduhan Korupsi, Aset dan Uang Rp1,8 M Dikembalikan

Rabu, 07 November 2018 - 23:52:00 WIB
4 Dosen UGM Bebas Tuduhan Korupsi, Aset dan Uang Rp1,8 M Dikembalikan
Penasihat Hukum A Hutajulu bersama dengan tim dan kliennya saat keluar dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul untuk mengambil barang bukti yang sempat disita. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Usai melalui perjuangan panjang, empat dosen Fakultas Pertanian UGM masing-masing Prof Susamto, Ken Suratiyah, Toekidjo, dan Triyanto, divonis bebas dari tuduhan korupsi pengalihan lahan aset milik UGM. Atas putusan bebas itu, tim penuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY mengembalikan tiga bidang tanah milik Yayasan Fapertagama yang dulu bernama Yayasan Pembinaan Fakultas Pertanian UGM.

Setelah empat tahun lebih disita oleh negara sebagai barang bukti kasus korupsi, tiga bidang tanah itu akhirnya kembali menjadi milik Yayasan Fapertagama. Hal ini  menyusul pengajuan Peninjauan Kembali (PK) dari para terpidana diterima oleh majelis hakim sekaligus membuktikan empat orang tersangka yang merupakan guru besar dan dosen Fakuktas Pertanian (Fapertan) UGM bebas dari jeratan korupsi.

"Dua hari ini kami eksekusi barang bukti setelah putusan PK diterima," kata penasihat hukum keempat dosen UGM Augustinus Hutajulu.

Tidak hanya itu, Hutajulu dan keempat kliennya juga sudah mencairkan dana yang juga sempat disita sebagai barang bukti senilai Rp1,8 miliar. Pencairan dilakukan di salah satu bank milik pemerintah. Uang ini dulunya merupakan hasil penjualan sebagian tanah di Banguntapan yang akan dicarikan tanah pengganti di Wukursari.

Rencananya uang itu akan digunakan untuk membeli tanah lagi, tapi terlanjur disita oleh penyidik Kejati DIY. "Uang itu sekarang telah dikembalikan. Namun tentu saja nilainya sudah tidak seperti dulu. Dulu kami berangan-angan bisa membeli barang dua hektare lagi dengan uang itu, sekarang sepertinya tidak cukup karena harga tanah sudah naik selama empat tahun ini," tutur Hutajulu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut