Rastra Sewakottama di Papua, Kisah Pengabdian Brigadir Amharet di Zona Merah dengan Senjata Kasih
Dia menjalankan pendekatan humanis dengan empati dan solusi damai. Baginya, menjadi polisi adalah menjadi pelayan untuk memberikan hak masyarakat atas rasa aman, menjadi pelindung sekaligus pengayom tempat warga bersandar.
Brigadir Amharet Rirei telah membuktikan bahwa penegakan hukum paling efektif tidak dimulai dengan tarikan pemicu senjata, melainkan dengan ketulusan hati. Di Tanah Mulia, dia terus berjalan, menjaga kedamaian dengan cinta yang lebih dingin dari suhu Puncak Jaya, namun lebih hangat dari matahari pagi di Pegunungan Jayawijaya.
Brigadir Amharet Rirei membuktikan bahwa penegakan hukum paling kuat tidak selalu dimulai dari tarikan pelatuk senjata. Di Puncak Jaya, dia menjaga keamanan dengan ketulusan hati, kedekatan, dan cinta.
Di tanah dingin Pegunungan Jayawijaya, polisi humanis ini menjalani Rastra Sewakottama bukan sebagai slogan, melainkan sebagai napas hidup.
Di Puncak Jaya, Brigadir Amharet membuktikan bahwa peluru mungkin bisa menghentikan langkah, namun hanya cinta yang mampu menghentikan perang.
Editor: Donald Karouw