Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua
Advertisement . Scroll to see content

Asal Usul Suku Asmat, Kisah Patung Kayu Hidup Mengikuti Irama Tifa

Senin, 15 Agustus 2022 - 12:23:00 WIB
Asal Usul Suku Asmat, Kisah Patung Kayu Hidup Mengikuti Irama Tifa
Suku Asmat membawakan tarian pukul tifa pada Festival Budaya Suku Asmat ke-27 di Kabupaten Asmat, Papua. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

Setelah orang yang sakit meninggal, mereka akan berebut untuk memeluk dan menggulingkan badan di lumpur. Mayat tersebut selanjutnya akan diletakkan di atas para atau anyaman bambu hingga membusuk. 

Kemudian tulang belulangnya akan disimpan di atas pokok kayu dan tengkoraknya akan dijadikan bantal sebagai simbol kasih sayang terhadap kerabat mereka.

Ada pula yang meletakkan mayat di atas perahu lesung dengan disertai sagu dan dibiarkan terombang-ambing di laut. Selain itu, mayat terkadang dikuburkan dengan ketentuan laki-laki tanpa busana dan perempuan mengenakan busana. 

Mayat tersebut akan dikubur di hutan, tepi sungai maupun semak-semak. Selanjutnya orang yang meninggal akan dibuatkan ukiran yang disebut mbis karena suku asmat percaya jika roh orang mati masih berkeliaran di sekitar rumah mereka.

Upacara mbismbu

Mbis merupakan ukiran patung tonggak nenek moyang atau kerabat yang telah meninggal. Upacara adat Suku Asmat ini bermakna supaya mereka selalu ingat kepada kerabat yang telah meninggal. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut