Asal Usul Suku Asmat, Kisah Patung Kayu Hidup Mengikuti Irama Tifa
Terlebih lagi, kontur tanahnya rawa-rawa sehingga perjalanan satu kampung ke kampung lainnya memakan waktu 1-2 jam dengan berjalan kaki.
Sampai saat ini, masyarakat Suku Asmat masih memegang erat adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur mereka. Hukum adat tersebut selalu diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari, di antaranya yaitu:
Saat perempuan Asmat sedang hamil, mereka akan sangat dijaga oleh keluarganya. Perempuan hamil akan diperlakukan dengan lebih baik hingga persalinan bisa dilakukan dengan lancar dan bayi lahir sehat dengan selamat.
Setelah bayi lahir, akan diadakan upacara selamatan pemotongan tali pusar dengan bantuan sembilu yang terbuat dari bambu diruncingkan. Bayi akan disusui oleh ibunya sampai usia 2 -3 tahun.
Proses pernikahan
Pernikahan Suku Asmat hanya bisa dilakukan saat seseorang telah berusia 17 tahun atau lebih. Pernikahan juga dilakukan setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak. Terdapat pula kebiasaan menguji keberanian para laki-laki dengan cara membeli wanita menggunakan piring antik.