Tradisi Pukul Sapu di Maluku, Budaya Luhur Mengenang Kisah Para Pejuang
Sehari sebelum ritual adat dilakukan, para pemain harus dikumpulkan dalam rumah adat masing-masing untuk melakukan upacara adat dan berdoa meminta pertolongan dan restu sang pencipta serta para leluhur.
Jalannya tradisi pukul sapu
Para peserta dengan memegang dua ikat lidi mentah yang baru dipotong dari pohon aren memasuki arena. Kemudian seorang tokoh adat di kedua desa akan bertindak sebagai wasit.
Dengan peluitnya, sang wasit memandu jalannya atraksi saling memukul antarkedua kelompok yang saling berhadap-hadapan.
Saat seruling berbunyi kelompok bercelana merah atau hijau dipersilahkan lebih dahulu untuk memukul kelompok bercelana putih atau kuning.
Begitu pun sebaliknya saat seruling dibunyikan lagi, giliran kelompok bercelana putih dan kuning yang menyerang dan memukul kelompok bercelana merah dan hijau.