Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Pukul Sapu di Maluku, Budaya Luhur Mengenang Kisah Para Pejuang

Rabu, 08 Februari 2023 - 14:13:00 WIB
Tradisi Pukul Sapu di Maluku, Budaya Luhur Mengenang Kisah Para Pejuang
Tradisi pukul sapu yang dillakukan secara turun temurun untuk mengenang kisah para pejuang Maluku. (Foto : Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mengenal tradisi pukul sapu yang menjadi kebudayaan warga Desa Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku. Tradisi ini merupakan budaya luhur sebagai pengingat untuk mengenang para pejuang di Maluku dalam perlawanan saat masa penjajahan.

Mereka menggunakan sapu lidi yang terbuat dari pohon enau. Sapu yang biasanya digunakan membersihkan halaman dengan bentuk ramping dan kecil, namun batangnya dapat menimbulkan sakit jika dipukul ke tangan, kaki atau anggota tubuh lain.

Kendati demikian berbeda dengan warga setempat. Meski dipukul berkali-kali dengan batang lidi yang dalam bahasa Maluku disebut pohon mayang hingga menimbulkan guratan merah di tubuh bahkan mengeluarkan darah, hal tersebut sudah biasa dan lumrah dalam menjalankan tradisi ini.

Kebiasaan saling memukul atau baku pukul dengan sapu lidi ini merupakan salah satu tradisi unik masyarakat bertetangga dan yang memliki pertalian hubungan saudara. Mereka mengenalnya dengan ritual adat 'Pukul Sapu'.

Ritual adat tergolong ekstrem di desa yang terletak di bagian Timur Pulau Ambon tersebut. Biasanya, tradisi ini digelar setiap tahun saat perayaan 7 Syawal setelah umat Muslim selesai merayakan Idul Fitri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut