Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947
Advertisement . Scroll to see content

Penuh Drama, Pengasingan Pangeran Diponegoro ke Manado Serupa Napoleon Bonaparte

Rabu, 23 Februari 2022 - 11:57:00 WIB
Penuh Drama, Pengasingan Pangeran Diponegoro ke Manado Serupa Napoleon Bonaparte
Foto : lukisan penangkapan Diponegoro (foto repro)
Advertisement . Scroll to see content

Di sela waktu itu, Knoerle juga meminjamkan buku-buku dan almanak. Diponegoro sangat tertarik dengan gambar-gambar yang ada di dalam buku. 

Di lain kesempatan, Diponegoro giliran bercerita banyak hal. "Di antaranya tentang sejarah dan mitologi Jawa hingga sejarah Eropa terkini," tulis Peter Carey.

Knoerle memuji karakter dan sifat kewirausahaan Diponegoro yang kuat, terutama terkait dengan kecerdikan dan kearifannya dalam memberi penilaian. Namun di sisi lain dia melihat Diponegoro sebagai seorang yang menganggap prisip agamanya sendiri yang paling luhur.

Diponegoro berhasrat menegakkan aturan agamanya di atas puing-puing dari semua sistem lain. "Sikap Pangeran memang membingungkan Knoerle," kata Peter Carey.

Tanggal 12 Juni 1830, kapal Pollux membuang sauh di Manado. Pangeran Diponegoro dan pengikutnya diturunkan dari kapal. Kompeni Belanda mengawal mereka menuju Fort New Amsterdam, benteng Belanda.

Benteng yang kelak pada 14 Mei 1932 rusak akibat gempa dan berantakan akibat bom Amerika Serikat (7 Desember 1944) itu, menjadi rumah pengasingan pertama Pangeran Diponegoro selama tiga tahun.

Dari Manado, pengasingan Pangeran Diponegoro kemudian dipindah kompeni Belanda ke Makassar (1833-1855) hingga meninggal dunia di sana. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut