Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947
Advertisement . Scroll to see content

Penuh Drama, Pengasingan Pangeran Diponegoro ke Manado Serupa Napoleon Bonaparte

Rabu, 23 Februari 2022 - 11:57:00 WIB
Penuh Drama, Pengasingan Pangeran Diponegoro ke Manado Serupa Napoleon Bonaparte
Foto : lukisan penangkapan Diponegoro (foto repro)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap kolonial Belanda selama lima tahun (1825-1830) akhirnya padam setelah dia ditangkap di Magelang, Jawa Tengah. Pangeran Diponegoro tahu telah dicurangi, tapi tetap berusaha semeleh (ikhlas).

Saat memenuhi undangan berunding yang diinisiasi Belanda, dia tiba-tiba ditangkap. Berbagai sumber menyebut, geraham Pangeran Diponegoro sempat gemeretak karena menahan geram. Dua lengan kursi kayu yang kena cengkeram tangannya, sampai berantakan. Namun tetap berusaha menahan diri.

Begitu juga dengan para pengikutnya. Lukisan Raden Saleh Syarif Bustaman mengabadikan berbagai ekspresi kekecewaan, kemarahan, serta keputusasaan wajah-wajah para pengikut Diponegoro.

Dalam penangkapan itu tidak terjadi insiden kekerasan. Diponegoro juga tidak mengekspresikan perlawanan fisik saat digelandang ke atas kapal korvet Pollux untuk dibawa menuju Manado.

Tanggal 4 Mei 1830. Pelayaran dari Batavia (Jakarta) ke Manado menjadi hukuman buang pertamanya. Kompeni Belanda menjauhkan Diponegoro dari makam leluhurnya. Memisahkan dari tanah kelahirannya, sanak keluarganya, serta para pengikutnya yang tersebar di Pulau Jawa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut