Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati
"Mereka hanya ingin kantornya bersih. Kalau sudah begini, untung bisa besar," ucapnya.
Dayat mengaku biasanya menaksir harga kertas antara 20 hingga 25 persen lebih rendah dari harga pabrik. Contohnya, ketika harga kertas di pabrik Rp3.700 per kilogram, maka maksimal dia akan menawar kertas ke pembeli dengan harga Rp3.000 per kilogram.
"Jadi masih ada untung Rp700 per kilogram. Kalau nasib sedang bagus bahkan bisa untung 100 persen. Kertas bekasnya diberikan begitu saja tanpa mau dibayar," ucapnya.
Di luar itu, Dayat juga sering mendapatkan rezeki tak terduga dari bisnisnya itu. Beberapa kali dia mendapatkan buku langka dari pelanggan. Buku-buku itu lantas dia sisihkan dan dijual terpisah kepada kolektor.
Harganya tentu jauh lebih besar daripada dijual kiloan ke pabrik.
"Saya pernah dapat buku 'Di Bawah Bendera Revolusi dan "Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai'. Dari dua buku itu saya dapat Rp1,5 juta dari kolektor. Padahal kalau dikilo harganya cuma Rp2.000," katanya.