Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Truk Mebel Terbakar di SPBU Sedati Gede Sidoarjo, Warga dan Pengendara Panik
Advertisement . Scroll to see content

Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati

Sabtu, 30 Maret 2024 - 15:18:00 WIB
Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati
Rachmat Hidayat (49) dan bisnis usaha barang rongsokan dengan nama brand 'Republik Rombeng' yang kembali bangkit berkat pembiayaan ultra mikro (UMi) Pegadaian. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

"Mereka hanya ingin kantornya bersih. Kalau sudah begini, untung bisa besar," ucapnya.

Dayat mengaku biasanya menaksir harga kertas antara 20 hingga 25 persen lebih rendah dari harga pabrik. Contohnya, ketika harga kertas di pabrik Rp3.700 per kilogram, maka maksimal dia akan menawar kertas ke pembeli dengan harga Rp3.000 per kilogram.  

"Jadi masih ada untung Rp700 per kilogram. Kalau nasib sedang bagus bahkan bisa untung 100 persen. Kertas bekasnya diberikan begitu saja tanpa mau dibayar," ucapnya.

Di luar itu, Dayat juga sering mendapatkan rezeki tak terduga dari bisnisnya itu. Beberapa kali dia mendapatkan buku langka dari pelanggan. Buku-buku itu lantas dia sisihkan dan dijual terpisah kepada kolektor.

Harganya tentu jauh lebih besar daripada dijual kiloan ke pabrik.

"Saya pernah dapat buku 'Di Bawah Bendera Revolusi dan "Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai'. Dari dua buku itu saya dapat Rp1,5 juta dari kolektor. Padahal kalau dikilo harganya cuma Rp2.000," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut