Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati
Bahkan, tak jarang dia diejek teman-teman kerjanya atas aktivitas tambahan tersebut. Dianggap jorok, kotor dan bahkan hina. Namun, dia bergeming dan tetap yakin bahwa ada rezeki berlimpah di antara tumpukan kertas bekas itu.
"Bagi orang lain kertas bekas mungkin hanya sampah. Tapi di mata saja, kertas bekas itu emas," tutur bapak dua anak tersebut.
Dayat membuktikan keyakinannya itu. Dia berhasil menjadikan bisnis kertas bekas terus berkembang hingga meraup untung besar.
Kertas bekas yang semula hanya bisa terkumpul 4 kwintal per bulan, kini naik menjadi 4 ton per bulan. "Dulu masih nitip ke pengepul karena sedikit. Sekarang sudah bisa kirim sendiri ke pabrik," katanya.
Dayat mengatakan, peluang untung dari bisnis kertas bekas cukup besar. Sebab, seringkali kertas bekas itu dianggap sampah tak berguna oleh pemiliknya. Karena itu mereka kadang tidak peduli berapa pun kertas itu ditawar.