Pembiayaan Ultra Mikro, Bangkitkan Republik Rombeng yang Nyaris Mati
Dahulu, semua tugas itu dikerjakan Dayat sendirian. Sebab, pendapatan masih kecil, tidak cukup jika harus membayar karyawan.
Bahkan, tugas berburu kertas pun dikerjakan sendiri lantaran belum memiliki pelanggan.
"Biasanya pulang kerja saya mampir ke kantor-kantor, memborong kertas-kertas yang sudah tidak terpakai," kata laki-laki yang bekerja di salah satu perusahaan media ini.
Awal berdiri, semua barang bekas diambil. Namun setelah itu dia fokus pada jenis kertas bekas. Alasannya, banyak pabrik kertas di sekitar tempat tinggalnya yang butuh pasokan kertas.
Tidak mudah menjalani aktivitasnya saat itu. Begitu pulang dari tempatnya bekerja dia tidak langsung ke rumah, tetapi mampir ke beberapa kantor. Karenanya seringkali dia pulang larut malam.