Hukum Kebiri Dalam Syariat Islam
Pendiri Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat MA seperti dilansir dari laman Rumah Fiqih menjelaskan, hukum kebiri dalam Syariat Islam merupakan tindakan yang pada dasarnya diharamkan dalam syariah.
Ada banyak hadits yang mengharamkan tindakan pengebirian pada manusia, di antaranya hadits dari Ibnu Mas'ud radhiyallahuanhu berikut ini :
كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَيْسَ لَنَا شَيْءٌ ، فَقُلْنَا : أَلاَ نَسْتَخْصِي ؟ فَنَهَانَا عَنْ ذَلِكَ
Ibnu Mas'ud radhiyallahuanhu berkata,"Kami dulu pernah berperang bersama Rasulullah sementara pada kami tidak ada isteri–isteri. Kami berkat :”Wahai Rasulullah bolehkah kami melakukan pengebirian ?” Maka beliau melarang kami untuk melakukannya,” (HR. Bukhari).
Selain itu juga ada hadits Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahuanhu :
رَدَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّل ، وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لاَخْتَصَيْنَا