DPRD Jatim Akan Panggil Marinir terkait Dugaan Peluru Nyasar Lukai 2 Siswa SMP di Gresik
Dewi mengungkapkan, pihak keluarga sempat mendapat tekanan selama proses penyelesaian, termasuk permintaan agar kejadian tidak dipublikasikan serta diminta membuat permohonan maaf kepada institusi terkait.
Hingga kini, keluarga masih menunggu kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Mereka berharap DPRD Jawa Timur dapat mengawal proses penyelesaian agar hak-hak korban terpenuhi.
“Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas,” kata Dewi.
Sebelumnya, Komandan Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir TNI AL, Mayor Ahmad Fauzi buka suara terkait kabar siswa SMP di Gresik, Darrell Fauta Hamdani (14) yang diduga menjadi salah satu korban terkena peluru nyasar dari latihan militer 4 batalyon di lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.
“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Kasus ini diketahui menimpa dua siswa SMP di Gresik saat berada di lingkungan sekolah pada Desember 2025. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung.
Editor: Kurnia Illahi