300 Prajurit Remaja Korps Marinir Sandang Baret Ungu, KSAL: Tempa Jiwa Ragamu Sekeras Baja
KSAL juga menyampaikan rasa bangga bercampur dengan rasa bahagia kepada para petarung karena berkesempatan hadir secara langsung melihat lahirnya prajurit-prajurit remaja. Mereka merupakan sosok prajurit tangguh Baret Ungu Korps Marinir TNI AL.
Orang nomor satu di TNI AL tersebut menyampaikan bahwa pembaretan yang dilaksanakan bukanlah sekadar rangkaian seremonial semata. Pembaretan Prajurit Remaja Korps Marinir menjadi salah satu implementasi pembinaan personel Korps Marinir dari aspek kultural atau tradisi.
"Ini untuk membuktikan bahwa Angkatan Laut sangat serius dalam membangun kekuatan matra laut menjadi lebih profesional, modern dan tangguh," katanya.
KSAL mengatakan, tercapainya kekuatan laut yang siap dioperasikan (Operational Ready Force) bertumpu pada empat elemen kekuatan sistem senjata (SSAT) yang terdiri atas kapal, pesawat udara, pasukan pendarat Korps Marinir dan pangkalan. Kedashyatan keempat elemen tersebut bagaikan empat penjuru mata angin yang siap kapan saja memorak-porandakan kekuatan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI.
"Banggalah kalian menjadi Prajurit Korps Marinir. Menjadi marinir adalah pilihan kata hati, menjadi arinir adalah kehormatan dan kebanggaan, menjadi marinir harus siap dipanggil dan ditugaskan di setiap palagan bumi pertiwi."
"Bangsa dan negara ini juga bangga pada kalian. Bumi pertiwi ini hanya punya satu jawaban, bila membutuhkan kirim marinir," katanya.
Upacara pembaretan tersebut juga dihadiri pengamat militer Connie R Bakrie, pejabat utama Mabes AL, pangkotama wilayah Surabaya dan Forkopimda Kota Malang.
Editor: Maria Christina