Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menag Hadiri Gema Waisak Pindapata: Kita Belajar Makna Kesederhanaan dan Kebijaksanaan
Advertisement . Scroll to see content

Ungkit Kisah Nabi Muhammad, Menag Sebut Pemberian Tulus Tak Selalu Disebut Gratifikasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:01:00 WIB
Ungkit Kisah Nabi Muhammad, Menag Sebut Pemberian Tulus Tak Selalu Disebut Gratifikasi
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan kisah Nabi Muhammad SAW dengan seekor kijang (tengah) (foto: Danandaya Arya)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan kisah Nabi Muhammad SAW dengan seekor kijang saat menghadiri Peringatan Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Dari kisah itu, dia menyampaikan pesan bahwa pemberian yang tulus tidak bisa disebut sebagai gratifikasi.

Cerita bermula ketika Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan ke sebuah desa dan mendengar seekor kijang memanggilnya karena meminta pertolongan. Nabi Muhammad yang memahami bahasa kijang mengetahui bahwa hewan tersebut meminta pertolongan kepadanya. 

Sang hewan memohon agar ikatan di lehernya dilepaskan. Sebab anaknya yang baru dilahirkan membutuhkan susu dari kijang tersebut.

"Kijangnya manggil, 'ya Nabi, Nabi, Nabi, tolong ikatan leher saya ini dibuka', induk kijang besar tuh. Pengawal Nabi, sahabat nabi (bertanya): 'Kenapa berhenti?'. (Nabi menjawab) Anda tidak tahu bahasanya kijang, saya tahu artinya," kata Nasaruddin.

"(Kijang) 'saya baru melahirkan beberapa ekor anak, tiba-tiba ditangkap oleh penjaga atau pemilik kemah ini'. Rumahnya orang Arab itu kan kemah," sambungnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut