Pertama, pada 5 Juli 2024 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Megawati menyemangati Hasto yang memenuhi panggilan KPK dan menegaskan agar tidak takut menghadapi penyidik KPK AKBP Rossa serta mengkritik cara-cara sewenang-wenang penyidik KPK terhadap Kusnadi yang membohongi, mengintimidasi dan merampas barang milik partai.
KPK Periksa Kasus Korupsi Hasto dan Donny serta Aliran Uang ke Wahyu Setiawan
"Kedua, pada tanggal 30 Juli 2024 saat menghadiri Mukernas Partai Perindo di Jakarta. Ibu Megawati kembali menyebut nama Hasto Kristiyanto dan penyidik KPK, AKBP Rossa serta menilai bahwa orang-orang di lingkaran kekuasaan (masih Jokowi saat itu) menargetkan kader-kadernya, termasuk Hasto Kristiyanto," kata Guntur.
Pidato lainnya, lanjut dia, pada 12 Desember 2024 saat peluncuran dan diskusi buku 'Pilpres 2024 Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis' karya Todung Mulya Lubis. Saat itu, Megawati menyatakan akan mendatangi KPK bila Hasto Kristiyanto ditangkap.
Maria Lestari Lolos jadi Anggota DPR Berkat Bantuan Hasto Kristiyanto?
Lalu pada 10 Januari 2025 saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 PDIP, Megawati menilai KPK seperti tidak punya kerjaan lain kecuali mengubrek-ubrek Hasto Kristiyanto.
Ade Armando Sebut PDIP Ingin Jalin Kedekatan dengan Prabowo, Ungkit Kasus Hasto
"Pernyataan Ibu Megawati Soekarnoputri tersebut menunjukkan perhatiannya pada kasus kriminalisasi pada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang saat ini dijadikan tersangka oleh KPK berdasarkan, seperti yang disampaikan Ketua KPK 24 Desember 2024, Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDI Perjuangan bukan sebagai pribadi," ungkapnya.