KH Zulfa Mustofa Buka Suara Namanya Masuk Bursa Ketum PBNU
Keempat kitab dalam Ithafu Ummati Al Muqtafa memperlihatkan keluasan perhatian keilmuan KH Zulfa. Ia menghubungkan fikih dan ushul fikih dengan praktik Bahtsul Masail, dinamika lembaga fatwa, perubahan masyarakat, serta kesinambungan sanad intelektual ulama Nusantara.
Sebelum diluncurkan di Jakarta, kitab tersebut telah dibedah di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, pada 19 Juni 2026. Forum itu dihadiri jajaran pengurus PCNU se-Jawa Timur, para pengasuh pesantren, santri, dan pemerhati kajian keislaman.
Melalui peluncuran ini, KH Zulfa berharap semakin banyak ulama dan generasi muda NU yang melanjutkan tradisi menulis yang diwariskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH MA Sahal Mahfudh, serta para ulama Nusantara lainnya.
“Ini merupakan ikhtiar saya bersama generasi muda NU agar Nahdlatul Ulama tidak pernah terlepas dari tradisi keilmuan. Semoga NU tidak pernah kehabisan kader yang terus belajar, membaca, dan menulis,” ujar KH Zulfa.
Tumbuh dalam Keluarga Ulama
KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Dia merupakan putra KH Muqarrabin dari Pekalongan dan Nyai Hj Marhumah Latifah dari Kresek, Banten.