Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 17:19:00 WIB
Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian
Ketua Umum Pertama Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Febrian Amanda, SHi. (Dok. Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Secara pribadi, saya cukup mengenal Pak Jusuf Kalla. Saya pernah berkesempatan mendampingi beliau dalam forum dan seminar bertema perdamaian, serta turut menjembatani pertemuan dengan tokoh dari negara tetangga dalam misi membangun dialog dan rekonsiliasi.

Dari pengalaman tersebut, saya mengenal beliau sebagai sosok negarawan yang sangat konsisten dalam menjunjung jalan damai, dialog, dan penyelesaian konflik melalui komunikasi yang beradab. Karena itu, sangat sulit diterima akal sehat bila seorang tokoh yang justru mengakhiri konflik antarumat kemudian dituduh sedang memantik konflik baru.

Yang juga perlu dijernihkan adalah makna kata syahid itu sendiri. Sebagai alumni Timur Tengah, saya memandang penting untuk mengembalikan istilah ini kepada makna aslinya yang luhur.

Secara etimologis, kata syahid berasal dari akar kata Arab شَهِدَ (syahida) yang berarti menyaksikan, menjadi saksi, atau hadir sebagai pembenar atas kebenaran.

Dalam tradisi Islam, syahid bukanlah istilah yang ringan, apalagi dapat dipakai untuk membenarkan pembunuhan membabi-buta.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut