Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Advertisement . Scroll to see content

Iran Tegaskan Tak Bahas Nasib Uranium dalam Perundingan Damai dengan AS

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:30:00 WIB
Iran Tegaskan Tak Bahas Nasib Uranium dalam Perundingan Damai dengan AS
Iran memastikan tak ada pembahasan soal nasib uranium yang diperkaya dalam perundingan dengan AS (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran memastikan tak ada pembahasan soal nasib uranium yang diperkaya, material untuk nuklir, dalam perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) saat ini. Isu nuklir dan status Selat Hormuz pasca-perang menjadi ganjalan kedua negara dalam menyepakati perjanjian damai permanen.

Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan, isu pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran tidak dibahas dalam negosiasi.

"Isu penghapusan uranium yang diperkaya sama sekali tidak dibahas pada tahap konsultasi dan pertukaran delegasi antara Iran dan Pakistan saat ini, serta pada tahap kontak apa pun dengan AS," kata Azizi, kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Sementara itu Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menegaskan belum ada kesepakatan final yang dicapai dengan AS sejauh ini. Meski demikian, Baghaei menegaskan, perundingan kedua pihak yang dimediasi Pakistan terus berlanjut.

Baghaei juga menolak keras nada bicara Presiden Donald Trump yang mengatakan, Iran telah meninggalkan bahasa "harus" 47 tahun silam. Baghaei menegaskan, Iran hanya membuat keputusan berdasarkan kepentingan dan hak rakyatnya.

Soal berlanjutnya blokade maritim AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, Baghaei menegaskan tindakan itu ilegal dan melanggar kesepakatan gencatan senjata serta kebebasan navigasi internasional.

Baghaei menambahkan, Iran ingin melihat apakah pencabutan blokade maritim tersebut, bagian dari kesepakatan damai, akan dilaksanakan atau hanya, janji dan propaganda.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut