Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perundingan Damai AS-Iran Berakhir Gagal, Terganjal Isu Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 17:19:00 WIB
Jusuf Kalla, Makna Syahid, dan Pentingnya Menjaga Narasi Perdamaian
Ketua Umum Pertama Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Febrian Amanda, SHi. (Dok. Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Menyamakan refleksi sosiologis ini dengan ajaran resmi agama adalah framing yang keliru.

Di era digital, bahaya terbesar bukan hanya hoaks, tetapi juga pemotongan konteks. Satu kalimat yang diambil dari keseluruhan pidato dapat mengubah seorang tokoh perdamaian menjadi seolah-olah provokator. 

Padahal sejarah berbicara sebaliknya. Jusuf Kalla adalah simbol rekonsiliasi nasional. Tidak mungkin beliau bermaksud menstigma agama lain.

Justru pesan yang harus kita tangkap adalah bahwa perang, pembunuhan, dan kekerasan atas nama identitas tidak pernah benar, baik dalam Islam maupun Kristen.

Yang salah adalah manusia yang menyalahgunakan agama untuk membenarkan kebencian. Dan itulah yang dahulu berhasil dihentikan oleh Pak JK melalui jalan dialog, bukan permusuhan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut