Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diterpa Disrupsi Digital dan AI, Jurnalisme Justru Makin Dibutuhkan
Advertisement . Scroll to see content

Industri Media Babak Belur, Jurnalisme Jadi Cahaya di Tengah Gelap

Minggu, 12 April 2026 - 21:08:00 WIB
Industri Media Babak Belur, Jurnalisme Jadi Cahaya di Tengah Gelap
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, saat menjadi narasumber talkshow Pesta Media AJI Jakarta 2026, Minggu (12/4/2026). (Foto: iNews.id/ Yuwantoro Winduajie)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Industri media sedang limbung. Ruang redaksi menyusut, pendapatan tergerus, dan arus informasi kian riuh tanpa kendali. Namun, apakah jurnalisme masih relevan?

Isu ini menjadi bahasan utama dalam talkshow “Babak Belur Industri Media: Masihkah Jurnalisme Dibutuhkan” di Pesta Media AJI Jakarta 2026 hari kedua di Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (12/4/2026).

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika melihat persoalan jurnalisme dari hulu yang berbeda. Bukan pada jurnalisme, melainkan pada cara industri menopangnya.

Di era digital, informasi tak lagi langka, justru berlimpah hingga kehilangan konteks. Akal imitasi saat ini memungkinkan segala hal dipalsukan: teks, gambar, video. Di tengah banjir itu, kepercayaan menjadi barang mahal.

“Dari sisi itu kita masih punya harapan ketika kita mengambil model bisnis yang tepat dan mencoba untuk melihat kira-kira dari persoalan ini apa akar masalah yang bisa kita atasi dengan jurnalisme,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut